Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 10:00:00【Tempat Makan】995 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(969)
Artikel Terkait
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Sembilan SPPG di Bangli Bali kantongi SLHS
- Kareg SPPG Kepri catat delapan dapur MBG telah kantongi SLHS
- Perempuan salah satu pilar keberhasilan Program MBG
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Sudinsos Jaksel bagikan bantuan makanan untuk penyintas banjir
- Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2
- Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- BNPT: Sekolah jadi wadah pembentukan karakter bangsa cegah terorisme
Resep Populer
Rekomendasi

Ini kronologi lengkap temuan

Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden

Sukseskan MBG, Kementerian PANRB perkuat kelembagaan BGN

Cara tukar tiket dan rundown konser DEADLINE BLACKPINK 2025 di Jakarta

BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi

Kemendagri: Luwu Timur paling siap jalankan program MBG daerah 3T

Shakira Amirah sebut sarapan real food bantu anak makin berprestasi

Pemerintah promosikan penerapan pola makan sehat untuk cegah penyakit